kau tau rasanya kehilangan ?
seperti jasad yang kehilangan ruh
seperti tumbuhan tanpa air
seperti bunga yang layu
seperti bumi tanpa udara
hmm,.. yaa mungkin bagi kalian yang belum pernah merasakannya ini terasa begitu "lebay"
tapi percayalah padaku
suatu saat
cepat atau lambat
kau akan merasakan kehilangan
siapapun
tak peduli kaya atau miskin
tua atau muda
entah pintar entah bodoh
pasti akan kehilangan
dan semakin dewasa
kau akan semakin banyak kehilangan
dan semakin bertambah pula rahasia
di balik rahasia
jika kau melihat orang yang tengah kehilangan
kau akan bingung
karna mereka terlihat begitu galau
entah apa yang difikirkannya
entah apa yang tertulis dibenaknya
entah apa yang akan dilakukannya setelah kehilangan
ia bahkan tidak sadar akan kebisuannya yang menetap
ia bahkan tidak sadar ia telah menjadi begitu berbeda
ia bahkan lebih tua dengan berlinangnya airmata
papaku,..
adalah orang yang sangat menghargai waktu
ia seorang hafidz Qur'an yang selalu menjaga hafalannya
terus belajar dan bekerja
kukira ia tak mengenal lelah apalagi putus asa
setelah seharian beraktivitas ,. sebelum tidur beliau shalat witir dan di pertengahan malam ia tetap terjaga
benar-benar aku tak menyadari bahwa betapa ia tak mengenal lelah dan tak pernah mengeluh
aku sangat bangga punya papa seperti beliau
dan aku akan membanggakan beliau juga
papaku,..
pergi dalam damai ke pangkuanNya pada 26 februari 2011
pagi itu ,..
aku belum sempat melihatnya bernyawa
dan ketika aku melihatnya
ia sudah terbujur kaku
kami,.. anak-anaknya hanya bisa menangis .. menangis dan menangis
Oh Tuhan
mengapa begitu singkat perjumpaan ini
Oh Tuhan
mengapa begitu cepat kau memanggilnya ke surgaMu
kami tau Kau menyayanginya
tapi kami masih sangat membutuhkannya
tapi kami masih sangat merindukannya
senyumnya, tawanya, ceritanya, leluconnya, perjuangannya ..
yang telah mengantar kami ke tanah suci
ya,, papa sudah mengumrohkan kami sekeluarga
dan itu lebih berharga
dibandingkan ke luar negri bertamasya ..
tentang papa..
biasanya aku diantar kuliah sama papa
walaupun papa baru pulang dari ngajar ..
papaku mengajar di salah satu perguruan tinggi
dengan senang hati papa akan mengantarku
bahkan terkadang aku menolak tawarannya karna aku cuma ga mau ngerepotin papa ..
tapi sekarang,.
GA akan ada yang setulus papa nganterin aku
sekarang bahkan mama harus meminta dulu siapa tuk mengantarku
kadang enggan
dan aku sebenarnya lebih mau jalan sendiri
walaupun nantinya di bis aku menangis .. teringat papa
dan aku benar-benar tidak peduli dengan apa kata orang
karna orang pun takkan peduli apa kataku
aku terus menangis dan mengusap airmata
meski aku sadar ada yang memperhatikanku di dalam bis
melihat airmata
aku teringat papa
dan hanya papa, kini yang membuat aku menangis
mengenangnya adalah kesedihan
tak mengenangnya adalah kedukaan
papaku,..
suka sekali menulis
dan setiap tahun beliau ganti buku diary
dan di diary nya yang tahun 2011
ia membuat matahari tanpa sinar
dan tertulis kata-kata
"selamat datang 2011, semoga panjang umur dan diberikan rizki yang berkah"
tulisan papaku,... memang tidak begitu jelas tapi papa sangat rajin
rajin membaca dan belajar
amat giat.. bahkan pemuda manapun kurasa akan kalah dengan papa
apapun kekurangan papa,.. aku tetap bangga dan amat bersyukur pernah bertemu dengan orang seperti papa bahkan menjadi anaknya.
Jum'at, 25 februari 2011
sehari sebelum kepergian papa
papa jadi Khotib shalat jum'at di masjid dekat rumah ,.. Masjid Al-Muawanah namanya
terdengar suara dan nasehat-nasehat papa sampai ke rumah
setelah shalat, papa mengisi ceramah di musholla samping rumah.
papa membicarakan malaikat seolah-olah melihatnya
tapi siapa tau itulah sebagian dari tanda-tanda kepergiannya . dan ketika jama'ah ibu-ibu meminta untuk ditambah pelajaran
papa bilang "saya capek" .. padahal papa ga pernah ngeluh apalagi di depan jama'ah.. yang esoknya membawa papa ke peristirahatan terakhir.
dan seminggu sebelumnya, kami dikabarkan rekan-rekan papa bahwa papa pernah cerramah di Masjid di PTIQ dengan topik yang tak lain yaitu kematian.
di hari kepergiannya . .
ku lihat wajahnya begitu tenang
dan ikhlas
selamat jalan papa
doa kami kan terus menyertaimu sampai akirnya kami kan menyusulmu
tunggu kami di surgaNya yang damai :)