Senin, 30 April 2012

like monday


Tuesday morning, 1 May ‘12
Wawawaaaa udah mei aja nehh, mana bangun dari tidur panjang lagi. Tadi rasanya kaya ga mo bangun. Gimana gak, baru bangun keinget deadline2 yang menuntut pengen diselesaikan. Ditambah lagi  sms dari cosma, “teman-teman hari ini masuk jam 10, Qira’at Pak Fathoni, dilanjut tahfidz trus UTS tela’ah kurikulum & evaluasi pendidikan. Ohya, hari ini kita  belajar anates sama bu Jetty, jadi usahain bawa lappy yaa”.

Waduhh ngebacanya aja udah bikin males, apalagi ngejalaninnya. Ni ajah gue bangun setelah beberapa  kali tertidur lagi. Ni udah jam 07:09. Akhirnya gue menyerah menutup mata dan buka mata langsung sibuk sendiri, dalem hati bicara “Bangun! Seenggaknya dengan bangun dari tidur aku ada di kehidupan nyata bukan mimpi”. Walaupun kenyataan itu selalu pahit. Yahh, hidup ini seperti kopi. Bittersweet. Meskipun dia pahit tapi ada sisi ternikmatnya yang tidak semua orang bisa rasakan. Termasuk aku. Aku kurang suka kopi. Kopi yang bercampur susu dkk. Tapi aku rasa aku suka kopi murni, yang warnanya hitam pekat dan aromanya wangi sekali. Kalo om aku lagi minum itu, rasanya aku juga pengen minum. Tapi belum sempat aja, bahkan aku tidak bisa minum air panas. Jadi aku minum teh di pagi hari ketika tehnya sudah dingin dan semua yang minum teh udah habis. Karna yaa itu, aku kurang bisa minum air alam keadaan panas kalau tidak karna lagi ingin atau terpaksa. Misalnya aku bertamu terus disuguhkan minuman panas, mau ga mau ya harus di minum. Sampe pernah suatu hari aku ga mau minum ketika disuguhkan energen panas, eh malah diganti pepsi. Haha

Balik ke dunia nyata lagi, aku harus belajar buat uts nanti. Udah dulu yaa, chaw~

Doakan semoga nanti, kami bisa ngejawab soal telaah kurikulum sama anatesnya dimudahkan. Ameeen Yaa Rabbal ‘alamin

the case


11:30, 30th April 12
Noon Monday @my bedroom
Dunia pasti berputar, ada saatnya semua harus berubah                
Dunia pasti bertukar, kita harus siap hadapi semua
Ikhlaskan sgalanya, jalani semua yang ada di dunia ...

Begitulah kira2 lirik lagu karya Charly, sederhana tapi mengena. Pas untuk suasana hatiku sekarang. Karna baru saja mama mengalami penipuan. Dan Alhamdulillah belum dan jangan sampe ketipu.
Kronologisnya seperti ini, telepon rumah berdering dan kebetulan mama yang mengangkatnya. Penipu itu bilang kalau adikku yang sekolah di suatu pondok modern di jakarta mengalami pendarahan dan sekarang sedang berada di cipto. Kalau tidak cepat di tangani akan tidak tertolong. Dan harus membeli alat dulu dari singapura, kira2 9jutaan dan mereka minta di transfer. Wahh dalem hatiku udah ngerasa ada yang ga bener neh, aneh aja kedengerannya. Makanya aku ko kaya tenang aja, ga deg2an atau apa. Aku bilang mama sabar jangan terbawa emosi dan terburu”, karna itu semua dari setan.
Akhirnya saat menghubungi teman mama yang bekerja sebagai guru di pondok tersebut, dia mengatakan kalo gada yang terjadi disini. Saya rasa ini kerjaan orang dalam. Kalo bukan, ga mungkin dia tau adek saya ada di pondok, tau kelas berapa, wali kelasnya siapa dll. Sangat disayangkan, orang2 seperti ini menginjakkan kaki di suatu instansi yang tak berdosa, sehingga penilaian orang” terhadap pondok ini kan jadi buruk. Ketika sampai di pondok, mama bertemu adikku yang sedang mengikuti ujian dan tidak apa-apa. Alhamdulillah

Apabila ingin kaya, semestinya tidak menggunakan cara” yang kurang ajar lagi rendah seperti ini. kemampuan berkurang ajar memang seringkali di salahgunakan untuk kepentingan” pribadi yang tidak penting. Bagi teman” atau siapapun diluar sana, berfikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak, karena setiap perbuatan yang kita lakukan itu seperti kaca, jika kita berbuat baik di depan kaca, kita akan mendapatkan kebaikan juga. Jika kita berbuat buruk depan kaca, kita akan mendapatkan keburukan jua. Misalnya kita tersenyum di depan kaca, maka kita pun mendapatkan senyuman semanis atau semasam sesuai dengan yang kita berikan.

Jadi tidak ada kata terpaksa. Misalnya, aku terpaksa melakukan penipuan karena butuh uang. Semua orang butuh uang. Bahkan bayi yang baru lahir pun butuh uang untuk kebutuhan sandangnya. Tapi apakah tidak ada jalan lain selain merugikan orang lain? Bayangkan saja yang kau lakukan itu berimbas padamu atau anakmu. Apa masih bisa kamu tertawa atas apa yang kamu lakukan terhadap oranglain.

Sesulit apapun hidup ini, jangan pernah mengabaikan satu dari yang 4 :
BERIMAN, BERFIKIR, BERAMAL, BERAKHLAK.

weekend


Evening, 29th April 12
@my lovely bedroom ^^
Hari ini libur, seperti biasa hari liburku dihabiskan di rumah saja. Bermalas”an. Entah kenapa dewasa kini aku tidak menyukai hari libur. Itu membuat otakku krisis dan dalam keadaan stagnant, padahal seharusnya tidak. Bukankah berfikir tidak mengenal tempat dan hari. Kurasa dari pagi tidak ada yang kulakukan selain melahap novel yang membuatku menyesal karena telah membacanya. Beruntung bukan aku yang membelinya. Aku Cuma meminjamnya dari kakaku. Ah! Amat disayangkan sekali kemampuan menulisnya yang bagus digunakan untuk menjerumuskan anak muda. Apalagi setelah aku lihat penulisnya memakai jilbab. Ckck. Sangat tragis. Padahal isi novelnya menunjukkan ia setuju sekali dengan perzinahan, bukan hanya sekedar pacaran. Bahkan ‘bercinta’ sebelum menikah ditulisnya tanpa beban. Begini akhir cerita novelnya, setelah bercinta, sang pria mengajak wanita “menikahlah denganku”. Mungkin happy ending maksudnya. Haha lucu sekali. Sampai hilang mood ku setelah membaca novel itu. Menyesal aku membacanya. Rasanya tidak ingin membaca novel lagi.

Di siang hari aku mengganti bacaanku dengan buku2 warisan ayahku. Diantaranya “Lentera Al-Qur’an” karya Quraish Shihab. Kurasa ayahku sangat menggemarinya. Banyak sekali koleksi buku” ayahku yang merupakan karya beliau. Aku jadi ikut mengagumi ulama indonesia yang satu itu. Pernah aku melihatnya secara langsung ketika beliau menjadi nara sumber dalam seminar Al-Qur’an di kampusku. Melihatnya sangat dekat, aku seperti di transfer cahaya Al-Qur’an yang menyinari wajahnya dan mungkin juga hatinya. Aku lupa apakah ketika itu ayahku masih ada atau tidak, tapi setiap melihat beliau aku seperti melihat ayahku. Walaupun berbeda, setidaknya kulihat papa dan beliau memiliki kesamaan yaitu wajah yang cerah karna dawamu wudhu dan semangat yang selalu muda, tak pernah puas dalam belajar dan ibadah. Dan  keduanya sama” asli makassar. Yang pasti, aku sangat mengagumi keduanya ^^

Oia, tadi abi sama mama ilah (tante/kakanya mama) kesini. Maen sambil ngasi makan ikan ama kura. Aku pinjem hp mama ilah buat ngirim foto” ustad Maulana yang ada dihpnya, kebetulan suaraku kan lagi bindeng” gitu. Trus dikira abis sakit, eh malah dikasih duit. Hihii. Alhamdulillah. Btw, udah magrib neh. Walaupun lagi ga solat, aku ga mau waktu magribku buat nulis” ajah. Udah dulu yaa, dadahh ^^

the wishes


Sekarang baru jam 23:51, aku hampir lupa aku sedang sakit. Sambil menulis aku hampir menghabiskan tisu disampingku karna sedang flu. Suaraku juga serak, tapi Alhamdulillah masih ada suara. Aku pernah hampir kehilangan suaraku ketika aliyah dulu. Dan aku sangat bersyukur kehilangan kesempatan bicara banyak. Artinya dosaku yang banyak sedikit berkurang. 

Ya Tuhan, aku ingin bertemu lagi dengan orang2 yang mau berbicara denganku. Karna aku sangat muak dengan orang2 yang berbicara padaku hanya ketika ia butuh dan meninggalkanku ketika aku butuh. 2 hari sebelum bertemu ustad sejuta canda itu, aku hampir gila menghadapi takdir Tuhan yang begitu indah, karena aku begitu buruk untuk mendekatiNya. Aku menangis sampai kedua mataku membengkak ngalahin orang korea deh sipitnya. Semua yang ada didekatku akan ku buang jauh” bahkan hp pun ku banting tapi ga mati2 bikin aku yang udah kerasukan setan alay tambah kesel. Aku bertanya seolah marah pada Tuhan, mengapa aku harus disini? Mengapa aku begini dan begitu. Aku pun membuka jendela berharap akan ada jawaban dari langit. Namun langit tetap membisu seribu bahasa. Bahkan tidak ada bahasa tubuh yang ditunjukkannya yang mungkin menjadi jawaban.

Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 26 april ’12. Tuhan menjawab segala pertanyaanku. Tidak tanggung” Tuhan mengirimkanku seorang ulama yang murah senyum dan sangat terkenal di negriku. Ustad Maulana Ishaq namanya. Dalam ceramahnya, ia menyelipkan kata. “Tidak boleh marah pada Tuhan” sejenak aku tersentak, kukira inilah jawaban. Mulai hari ini, aku tidak akan bertanya mengapa lagi karna aku tau jawabannya adalah mengapa juga. Mengapa nasibku sial, jawabannya adalah mengapa tidak? Tuhan bisa melakukan apa  saja yang dikehendakiNya bukan?
Tulislah rencana2 indahmu dengan pensil di atas kertas dan biarkan Tuhan yang memegang penghapusnya. Untuk menghapus rencana2mu yang indah dan menggantinya dengan hikmah.

Seharusnya aku bertanya pada diriku sendiri, “apa yang sudah aku lakukan?”. Seharusnya aku melakukan sesuatu untuk merubah nasibku. Dan aku seharusnya bisa melakukannya, karna ustad tersebut juga bercerita. Bahwa dulu beliau yatim ketika kelas satu sd, beliau adalah orang makassar sama seperti ayahku yang juga orang makassar. Lalu beliau bilang ke ibunya, “tidak usah beri aku uang jajan”. Seringkali beliau bermain dengan anak anak pemulung, yang pada awalnya niat beliau adalah hanya bermain yang lalu pada akhirnya beliau ikut berjualan kacang. Aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin anak kelas satu sd melakukannya. Apa anak2 makassar banyak yang bekerja keras atau berjualan kacang seperti itu? Kurasa tidak, apalagi anak sekarang malas2 dan jaim2 sehingga nggak sukses2. Akhirnya aku menyerah berfikir dan mengembalikannya pada yang maha mengetahui segala rahasia. Ya Tuhanku Ya Allahku, bimbing aku agar tidak melakukan hal2 bodoh lagi.

Ngobrol sama om supir ^^



Noon, 26th April ‘12
@angkot s10
Masih di hari yang sama, abis ketemu Ustad sejuta senyum itu, aku langsung ke kampus. Setelah pamitan sama mama dan yang lainnya aku pun berangkat naek D18. Biasanya ga naek angkot sih, biasanya bis. Tapi karna deketan naek angkot kalo dari tempat pengajian, yaudah naek angkot deh jadinya. Udah lama juga ga naek angkot ini, kalo dulu pas masih di pondok sering banget ke BP jadi naek ini dari depan pondok. Cuma sekarang udah jarang kemana2 selaen ke kampus. Mau ke kostan temen aja ditunda mulu neh, padahal udah berapa taun ga ketemu hehe. Ada aja alesan yang bikin ga bisa pergi.

Setelah nyampe BP, aku turun dan berganti angkot dengan s10. Gada penumpang satupun. Kalo udah ngeliat kosong begitu, aku pasti duduk di depan, coz serem juga duduk dibelakang sendirian hehe. Entah berawal dari mana tiba” aku terlibat dalam percakapan yang cukup seru sama om supir. Dari ngomongin basa basi, kerjaan sampe ke ranah pribadi. Sekilas aku merasa agak aneh, kenapa si om terbuka sekali dengan orang yang baru dikenal dan karena perjalanan cukup panjang jadi yaa aku mengikuti aja arah pembicaraannya dan lebih sering menjadi pendengar yang baik sih.
Mengingat perjalanan hidupku, mungkin udah ga asing orang yang baru sekali kutemui langsung begitu percaya padaku. Sempat beberapa kali aku bertemu ibu2, yang pertama ibu2 muda dan kedua, ketiga dan keempat sudah paruh baya. Padahal aku Cuma mengajak ngobrol hal2 sederhana sampai saling berbagi nasehat dan cerita. Bahkan ada yang menyuruhku mampir ke rumahnya, padahal namaku saja mereka belum tau. Alhamdulillah, aku Cuma bisa bersyukur pada Allah, kalau aku dipercaya seperti itu. Lagipula tak jarang aku lebih cepat dekat dengan orang yang baru saja ku kenal daripada yang sudah lama ku kenal. Karena aku sangat suka menemui orang2 baru. Dalam hidup ini, aku ingin setiap harinya menemui dan mengobrol dengan orang2 baru. Dari sana aku bisa belajar kehidupan seseorang yang sama namun berbeda pengalaman denganku.

Kembali ke om supir, dia bercerita padaku bahwa dia udah lama ga pulang kampung. Mungkin bagi sebagian orang aku dianggap apa, cewe dengerin curhatan supir angkot. Tapi bagi aku, gada yang salah dengan itu. Toh bukan ngomongin siapa2 tapi ngomongin diri sendiri. Ga dosa kan? Daripada orang2 yang dari luar kelihatan begitu mulia dan santun yang ternyata mulutnya tak bisa berhenti menggibah. Terusin yah, kata si om, dia malu mo pulkam. Karena gada yang bisa dibanggain. Dulu, dia kerja jadi supir pribadi di rumah orang kaya dan udah dianggap keluarga sendiri. Kalo sekarang dia masih disana mungkin udah hidup enak, tapi dia tergiur dengan cerita temannya yang bilang kalo dia dapet cepek Cuma setelah setengah hari narik angkot. Dan bebas pula, ga terikat dengan majikan. Akhirnya dia turun ke jalan, dan mulai beradu nasib di jalanan narik angkot.

Kurang lebih 20 tahun dia sudah merantau di jakarta. Dari smp dia sudah dijakarta dengan saudaranya yang ia bantu dengan pekerjaannya menjadi supir dan bahkan saudaranya kini sudah menjadi seorang dosen. Si om bilang, kalau dia suka menulis, hanya saja seringkali setelah dia menulis dan dia membaca hasil tulisannya itu dia merasa tatabahasa yang digunakannya itu kurang bagus. Tidak seperti nopel atau minimal cerpen lah katanya. Hehe dalem hati gue dah nyengir2 sendiri, gue ketabrak nehh haha. Gue banget, nulis tanpa peduli apa yag mo ditulis, hasilnya akan gimana, ada yang baca atau gak. Seandainya gada satupun manusia di dunia ini yang bahkan sekedar basa basi pengen baca tulisanku,aku akan tetap menulis. Meskipun manusia dan setan bersatu buat menghentikanku menulis karena tulisanku jelek, aku akan tetep menulis. Apapun yang terjadi dalam kehidupanku. Dihina, dicaci, ditegur di depan umum, dipermalukan, dikucilkan, diabaikan, bahkan tidak dianggap ada. Tak lupa pula tentang anugrah2 Tuhan yang sebenarnya terlalu indah untuk sekedar ditulis. Tentang kebahagiaan, pertemuan, senyuman terhadap kekecewaan, canda tawa, gembira dan keajaiban2 Tuhan yang tak pernah berhenti mengaliri setiap detik hembusan nafasku. Semua. Semua akan aku tulis, meskipun aku ga berbakat menulis. Meskipun tatabahasa bahkan wibawaku nihil dalam menulis, apa peduliku. Orang yang terlalu peduli dengan kewibawaan dan tata bahasa akan stres menghadapi tuntutan2 yang dia buat sendiri.

Nah loh jadi ke aku lagi kan, balik ke om supir. Dalam menulis terkadang dia berusaha menutup2i kehidupan jalanannya. Namun denganku dia ungkapkan semuanya, katanya, dari ga kenal billiar dan miras sampe hafal. Dari ngeliatin judi sampe masuk ke dalamnya. Dan segala macam kegelapan hidup dijalan diungkapkannya tanpa ada rasa malu padaku, orang yang bahkan tidak ia kenal namanya. Dia juga menceritakan pertemuaannya dengan seorang perempuan dan hal lainnya. Aku Cuma sesekali menambahkan atau menanggapi percakapan. Sampai akhirnya, angkot sudah di depan kampus dan aku pun turun setelah memberi ongkos, sedikit tergesa2 karna ada mobil dosen mo keluar dari kampus dan angkot si om menghalangi jalannya. Dan akhirnya aku pun pergi tanpa mengucapkan terimakasih.

Entah kenapa aku ingin membiasakan lidahku dengan kata terimakasih. Tak jarang aku mengucapkannya pada orang2 yang tak perlu aku ucapkan terimakasih. Tapi aku tetap ingin terus membiasakan lidahku berterimakasih bahkan pada orang2 yang gemar membicarakanku dan bahkan membenciku. Pada orang2 yang sangat muak terhadap orang sepertiku sekaligus, seperti para dosen. Bahkan rektor pun pernah menegurku untuk masalah yang sama. Apalagi? Masalah cara berpakaianku yang tak sama seperti mereka, lalu mereka merasa berbeda. Aku benar2 orang yang tak tau malu ya? Itulah buruknya diriku. Dan apalah yang harus aku pedulikan selain Tuhanku yang maha bijaksana dalam menilai.

Biarlah, biarkan saja semuanya menekanku sampai terbenam ke bumi. Lalu biarkan aku berkembang dibawah tekanan mereka. Apa gunanya mereka bersikap seperti itu, padahal aku tak pernah sekalipun mengomentari penampilan mereka yang ku anggap sah2 saja. Kenapa mereka harus memaksaku menjadi seperti mereka. Mungkin mereka sedikit berhasil, karna sedikit2 ku ubah caraku berpakaian menjadi seperti mereka. Namun, apa itu tandanya mereka berhasil? Seperti halnya cinta, tidak bisa dipaksakan. Mungkin orang bisa dibeli tapi tidak hatinya. Jangan pernah memaksa jika tidak ingin di paksakan.

Ketemu Ustad Maulana ^^


                                                                                                                         Morning,26th April 12
@hj.Buang, Ulujami
Senengg banget bisa ketemu salah seorang ulama terkenal di Indonesia. Apalagi dia sangat humoris dan sederhana sekali. Sama sekali ga ada yang membuat dia merasa berbeda dengan kita, duduk ajah lesehan padahal udah disediain kursi. Bener2 dia gada jaim2nya, padahal mah kalo kita jangankan terkenal se-indonesia, diangkat jadi ketua organisasi aja jaim dan sombongnya minta maap.

Gue seneng ga ketulungan seharian, ternyata bener2 lucu tuh orang. Lebay plus energik banget. Masih terasa energi positifnya sampe sekarang. Kalo kata temen kampus, “inget udah punya istri tuh”, jiahhh kapan gue bilang mo jadi istri dia, eh beliau. Daritadi dia2 aja yak, maap yak ustad ^^v. Ya iyalah, ga mungkin juga gue suka sama orang yang udah punya istri. Jangan sampe deh amit2, Nasalullah al’afiyah. Ini namanya kagum, neng. Rasa kagum terhadap orang yang bisa tetap sederhana dan terbuka tanpa membedakan sesama walaupun dia udah sangat terkenal.
Tentang lebaynya beliau, jangan ditanya. Ternyata emang bener2 lebay loh. Ckckck bener2 dah dia mah loncat sana loncat sini,asik banget! gue ampe ngeri kakinya keinjek gelas. Ngeliat dia, dari awal udah ngikik mulu gue. Gaya lebay dan lucunya yang khas sangat menghibur hati apalagi disertai pelajaran2 berharga yang beliau sampaikan. Diantaranya adalah
biarlah terlihat kurang yang penting tak berutang. Dan beliau juga menyampaikan doa agar selalu tercukupi yaitu “Hasbunallaah wa ni’mal wakil, Ni’mal maula wa ni’man nashir. Wa La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyi ‘azhim” .
pas beliau ngucapin doa ini dengan gaya khasnya, “kasih tauu gak yaa” gitu. Jama’ah pada heboh minta kasih tau. Ehh pas di kasih tau baru depannya aja udah pada tau kan tuh lanjutannya, Cuma baru tau itu doa menyimpan uang. Ustad Maulana malah pura2 mo pulang sambil bawa mic. Abis udah pada tau, haha. Cuma bedanya kita ga pernah ngamalin. Sekarang kan jadi tau, semoga dengan mengamalkan doa itu jadi selalu tercukupi. Ameen yaa Rabbal’alamin
Mungkin diantara jama’ahnya  Cuma gue yang masih muda, yang laen emak2 semua n nene’2. Gue mah pede2 aja Alhamdulillah, demi kebaikan mencari ilmu kenapa enggak? Mungkin orang ngeliat kadang2 suka aneh gitu yaa, padahal ada pengajian remaja kenapa ikutnya pengajian yang nenek2. Yahh daripada niat mo ngaji/nyari ilmu jadi ternodai sama ajang cari jodoh, mending gue memisahkan diri hehe. Bukannya ngaji malah jadi pada ngobrol sana sini, ngelirik kanan kiri, udah kaya penari bali deh matanya ga bisa diem *pengalaman banget yak :D

Hmm kembali ke ustad humoris yang gada capeknya bikin orang nyengir. Beliau juga menyampaikan hadits tentang gimana caranya agar selalu merasa cukup. Karna saya bukan beliau jadi ga apal haditsnya hehe. Intinya yaitu jika mengambil sesuatu itu jangan dituang tapi disendok karna hilang berkahnya. Maksudnya adalah jika mengambil uang dari saku atau dari dompet itu sedikit2, jangan langsung dihabiskan. Dan kalau mengambil kuah sayur itu disendok bukan dituang atau kalau menyendok nasi itu dari pinggirnya bukan tengahnya. Mungkin semua orang tau teori ini, tapi jarang yang tau ternyata teori ini sudah ada dalam hadis nabi.  

Dan beliau juga menyampaikan tentang pahala orang yang  menyenangkan hati orang lain, yaitu seperti pahala orang yang 100 kali haji. Subhanallah. Betapa Islam itu Indah yah *etss bukan promo lohh ^^ . Ternyata ada dasarnya beliau mengamalkan sifat humorisnya dalam berdakwah, agar semua orang senang dan ternyata menyenangkan orang lain pahalanya seperti 100x haji? Ckck haji sekali aja udah Alhamdulillah banget, apalagi 100x?. Kalo itung2an mtk-nya mah, udah bukan jut2an lagi tapi udah milyaran 100x haji mah. Daripada kita mikirin yang ga mampu kita lakuin, mending kita lakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain ^^

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya”.
Mungkin pepatah ini cocok buat ustad Maulana. Ada salah satu ulama juga bilang, kalo ceramah ga boleh ada ketawa2nya apalagi becanda gitu. Dan pengikutnya juga kalo ketemu penceramah yang suka becanda pada langsung pulang gitu. Kan kasihan orang baru mo ceramah dia malah pulang. Tapi lucu banget tuh orang2 kemakan omongan jadi pada cemberut aja gitu. Harusnya segala sesuatu itu disaring dulu,
“Kullu syai in sababa, fa atba’a sababa” – Segala sesuatu itu ada  sebabnya, maka cari tahulah sebab itu.

Menurut gue, gada salahnya ketawa2 dalam ceramah. Toh ketawa ga pernah dilarang agama kan, asal jangan berlebihan. Lagipula bikin orang ketawa emang gampang apah. Bikin orang marah tu yang paling gampang! Lagipula daripada orang ceramah gada ketawa2nya trus kita jadi manggut2 aja. Entah ngerti entah ngantuk. Iya kalo ngerti trus manggut2, kalo ngantuk, gimana isi ceramah mo masuk?
Kalau orang ketawa itu berarti gembira dan orang yang gembira itu selalu terbuka. Dan emang betul, orang yang mencari ilmu itu harus dimulai dengan rasa gembira. Karena di dalam otak kita ada system lymbic. Apabila segala sesuatu dimulai dengan rasa gembira maka jaringan ini akan terbuka dan mudah menyimpan memory. Sehingga mudah menyerap ilmu yang disampaikan seseorang. Nah, maka dari itu janganlah kita terburu” merasa benar sendiri karna kalo terbukti kita kurang benar, yaa malu sendiri hehe piss ahh ^___^v

Walaupun udah ngikik mulu, tapi pas terakir kita dan semua jama’ah pada nangis. Bener2 antara bersyukur dan teringat dosa2. Bersyukur atas nikmat iman yang tak terhingga ini dan meminta ampun atas dosa2 yang kita sadari dan tidak disadari serta berharap agar menjadi lebih baik lagi ke depannya. Ameen
Pokoknya seneng banget deh ketemu ustad Maulana.  Mungkin ga akan terlupa tanggal dan hari ini. Makasih ya ustad udah bersedia kunjungi kampung kami ^^
Tambahan sedikit dari saya, sebagai sesama muslim yang bangga terhadap identitasnya dan merindukan mati dalam keimanan kepada-Nya. Bacalah doa ini setiap pagi dan sore hari :
“Radhitu billahi Rabba, wa bil Islami dinaa, wa bi Muhammadin nabiyya wa rasula. “
Semoga bermanfaat, Go go semangat! ^^