Senin, 21 Mei 2012

Everything is You


Aku sakit. Sampai begitu penasaran akan kenikmatan rasa segelas air. Tapi aku tak berani meminta sembuh padaNya. Sang Pemberi memberiku rasa sakit, lalu aku meminta sembuh? Tidakkah aku mempunyai urat malu? Aku tidak berani bahkan ditengah gemuruh langitNya aku membisu. Meski ingin sekali aku bernyanyi memadukan suara dengan langit. Namun lagi-lagi aku hanya terdiam. Menatap langit yang terus menua. Biarlah rasa sakit ini sebagai penghapus dosa-dosa. 

Wahai Tuhanku, Kekasihku, dibumi ini, disini, ada aku yang selalu menatap langit yang sama dengannya. Bilakah Kau akan pertemukan kami dijalanMu? Aku merangkai sejumlah rencana masa depan, meskiii aku tahu diantaranya akan ada yang Kau hapus lalu Kau ganti dengan yang jauuh lebih indah dari rencanaku. Buatlah aku mengerti, meski aku tak ingin. 

Secinta apapun diriku pada korea dan orang"nya serta keduniaan yang melengkapinya tidak akan mampu menandingi kecintaanku kepadaMu. Seandainya langit runtuh karena kehendakMu, aku tetap akan mencintaiMu. Aku penyembah yang mencintai sesembahannya melebihi nyawanya sendiri. Seandainya rasa sakit yang melilit di tubuhku sekarang ini tak kunjung reda, aku pun akan tetap menyembahMu seperti saat Kau beri aku eskrim kacang merah dikala sedih. Saat sepulang dari makam papa. Aku mencintaiMu karena aku mencintaiMu. Segala yang terjadi padaku, aku mohon selamatkan aku dari terjerumus ke lubang yang sama. Biarlah aku disini bersamaMU, bersama rasulMu, bersama keluarga dan orang-orang yang tulus mencintaiku. Aku tak pernah tidak membutuhkanMu. Because everything is You. 
                                                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar